sayyid ahmad ar’rifa’i

ar-rifa’i RA
beliau adalah sayyid ahmad bin ali bin ahmad bin yahya bin hasyim bin rifa’ah al-magribi.

beliau adalah seorang sufi besar ,bapak nya berasal dari iraq dan beliau menetap di dusun Ummu ‘ubaidah di kampung al-bhataih.beliau di lahir kan di sana pada tahun 500 dan hidup disana dan belajar ilmu fiqih atas mazdhab safi’i dan belajar ilmu tasauf dan mujahadah akan nafsu nya sampai berhenti kepada nya (memperulih pangkat)kepimimpinan pada ilmu kaum(tasauf)dan beliau dapat membuka (memecah kan)segala masalah yang sulit dan banyak orang berkumpol bersama nya untuk belajar , dan mereka memperbaiki i’tiqad mereka kepada nya,mereka adalah golongan rifa’iyah dan ahmadiyyahdan bagi mereka keada’an yang ganjil” seperti turun (masuk)ketempat pembakaran roti yang menyala,salah satu dari mereka masuk kedalam pembakaran roti dan tidur di sisi pembakaran roti ,dan tukang roti membakar roti di sisi lain nya,dan mereka menyala kan api yang besar dan mereka mengada kan sima’ (nyanyi’an dan musik)maka mereka menari di atas nya hingga api itu padam,dan adalah yang trbanyak apa yang bertajali(menampakan)atas nya dengan kebesaran maka luluh ia menjadi setitis air ,kemudian mendapat rahmat kemudian dia membeku sedikit demi sedikit hingga kembali kepada badan nya yang semula ,beliau berkata kepada jama’ah nya :jika tidak karena luthfu allah aku tidak akan kembali menemui

beliau mempunyai beberapa karamat ,di antara nya :
-dua yang berkasih sayangan karena allah nama mereka adalah ma’ali dan abdul mun’im ,pada suatu hari keluar kapadang pasir mengharap salah satu dari kedua nya tulisan kebebasan dari api neraka yang turun dari langit maka gugur lah padanya sehelai kertas putih tapi mereka tidak melihat pada nya ada tulisan maka mereka mendatangi syek dan mereka bertanya kepada beliau dan mencerita kan akn kejadi’an maka beliau memandang meraka berdua dia tersungkur dan bersujud seraya berkata :segala puji bagi allah yang telah memperlihat kan akan kebebasan akan sahabatku di dunia sebelum di akhirat
maka di kaya kan kepada nya: bermula ini putih
dan beliau berkata :wahai anak ku bermula tangan yang qudrat itu tidak akan menulis yang hitam dan bermula ia di tulis dengan noor
Dan sebagian dari kisah nya lagi bahwasanya krika telah selasai berhaji beliau berdiri di hadapan hujrah as-sarifah an-nabawiyah dan beliau bersa’ir :”fii haalatil bu’di ruuhii kuntu ursiluhaa,tuqabbilul ardha ‘anniy wahya naa’ibii ,wa hazdihi naubatul asybaahi qad khadharat,famdud yaminika kay tazha bihaa syafati”
pada keada’an jauh akan rooh ku aku mengutus akan dia
dia mengecup bumi dari ku dan dia ganti ku
dan ini giliran tubuh ,sungguh dia telah hadir (berada)
mka ulur kan lah tangan kanan mu agar dengan nya bibir ku

maka keluar tangan yang mulia dari maqam ehingga nengecup akan dia dan keada’an manusia memandang mereka
dan sebagian dari kisahnya bahwasanya beliau memberi tahu kan waktu wafat nya dan hal keada’an wafat nya

About these ads

1 Komentar

  1. taufik said,

    15 Juni 2011 at 16:45

    gusdur yang blm jelas nasab nya antum cantumin,sedangkan imam besar seperti sayid ahmad ar rifa’i , keif ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: